![]()
📌 Tentang Artikel Ini: Air beroksigen mengandung O₂ terlarut. Tapi apa oksigen yang diminum bisa meningkatkan oksigen tubuh? Ini lo perjalanan O₂ dari paru sampai jaringan.
📁 Kategori: Fisiologi – Apa Yang Terjadi?
📅 Ditulis pertama kali: 11 September 2005
🔄 Direvisi terakhir: 12 September 2026
Oksigen diminum, memang bisa bikin tubuh lebih “beroksigen”?
Jangan-jangan saudara-saudara bisa bernapas dalam air, nih? Kok sampai perlu minum air beroksigen? 😁
Beberapa tahun lalu, air minum yang diperkaya oksigen sempat ramai. Kedengarannya memang menarik: tubuh butuh oksigen, jadi kalau air diberi tambahan O₂, mestinya tubuh mendapat oksigen lebih banyak.
Masalahnya, tubuh manusia tidak bekerja sesederhana dan sereceh itu 😁
OKSIGEN MASUK LEWAT MANA?
Sebagian besar oksigen yang digunakan tubuh masuk melalui paru-paru.
Saat kita menarik napas, udara mencapai alveolus, kantung-kantung udara kecil di paru. Karena terdapat perbedaan tekanan parsial, O₂ berdifusi melewati membran alveolus menuju kapiler paru. Dari sini oksigen menumpang kendaraan utamanya: hemoglobin (Hb) di dalam sel darah merah. Sebagian besar O₂ dalam darah diangkut terikat pada hemoglobin, sedangkan hanya sebagian kecil yang larut langsung di dalam plasma.
Alurnya kira-kira begini:
UDARA → ALVEOLUS → KAPILER PARU → HEMOGLOBIN → JARINGAN
Nah, itu jalan tol oksigen kita, jadi bukan lewat lambung. 😁

Pertukaran oksigen dari alveolus ke kapiler paru dan pengikatan O₂ oleh hemoglobin.
LALU BAGAIMANA DENGAN O₂ DI DALAM AIR?
Air memang dapat mengandung oksigen terlarut. Air yang disebut oxygenated water dibuat dengan meningkatkan kadar O₂ terlarut di dalamnya. Jadi O₂-nya bukan khayalan. Memang ada.
Pertanyaannya bukan “apakah botol itu mengandung oksigen?”, melainkan: apakah meminumnya memberi tambahan oksigen bagi tubuh?
Nah, ini perkara lain.
Oksigen yang diminum masuk ke lambung dan usus, bukan ke alveolus. Penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kecil oksigen dari air beroksigen mungkin dapat diserap melalui saluran cerna dan terdeteksi pada sirkulasi portal. Jadi nkalau ggak tepat juga kalau kita mengatakan sama sekali tidak ada O₂ yang bisa menyeberang dari saluran cerna ke darah.
Tetapi jumlah yang dapat masuk lewat jalur ini sangat kecil kalau dibandingkan dengan sistem paru-paru yang memang dirancang untuk pertukaran gas. Paru-paru punya permukaan pertukaran gas yang sangat luas, membran alveolus-kapiler yang tipis, aliran darah yang terus-menerus, dan jutaan alveolus yang bekerja setiap kali kita bernapas.
Tubuh sudah punya mesin oksigen sendiri yang luar biasa efisien.
OKSIGEN DALAM DARAH
Setelah masuk dari paru, sebagian besar O₂ diangkut oleh hemoglobin. Satu molekul hemoglobin dapat mengikat sampai empat molekul O₂. Hemoglobin kemudian membawanya bersama aliran darah menuju jaringan. Di jaringan, O₂ dilepaskan dan digunakan sel untuk menghasilkan energi. Karena itu, kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke jaringan tidak sekadar ditentukan oleh “berapa banyak oksigen yang masuk”, tetapi juga oleh fungsi paru, kadar dan kemampuan Hb mengikat O₂, curah jantung, aliran darah, serta kebutuhan jaringan. Jadi menuangkan lebih banyak O₂ ke dalam botol tidak otomatis jaringan kita memperoleh lebih banyak O₂.
APAKAH AIR BEROKSIGEN MEMBUAT KITA LEBIH SEHAT?
Inilah pertanyaan yang bener xixixi……
Sejumlah penelitian pernah menguji oxygenated water pada manusia, termasuk efeknya terhadap oksigenasi darah dan kemampuan olahraga. Hasilnya tidak menunjukkan bukti konsisten bahwa pada orang sehat air beroksigen memberikan manfaat klinis tambahan yang berarti dibanding air mineral biasa.
Sebuah systematic review yang menilai penelitian tentang air alkali, air beroksigen, dan air demineralisasi juga menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum menunjukkan manfaat kesehatan tambahan air beroksigen dibanding air mineral biasa pada populasi sehat.
Artinya bukan air beroksigen itu “tidak mengandung oksigen”. Oksigennya ada.
Yang belum terbukti adalah bahwa tambahan O₂ dalam botol tersebut akan membuat tubuh kita menjadi lebih teroksigenasi atau lebih sehat secara bermakna.
Itu dua hal yang berbeda kan…..
KALAU TUBUH BENAR-BENAR KEKURANGAN OKSIGEN?
Hipoksemia berarti kadar oksigen dalam darah arteri terlalu rendah. Penyebabnya bermacam-macam, misalnya gangguan ventilasi, gangguan pertukaran gas di paru, ketidaksesuaian ventilasi-perfusi, atau shunt.
Pada keadaan seperti ini kita mencari dan menangani penyebabnya. Bila memang diperlukan, oksigen diberikan melalui sistem pernapasan—misalnya kanul nasal, masker, atau bantuan ventilasi sesuai kondisi pasien.
Bukan dengan menyuruh pasien minum sebotol air beroksigen. 😁

Perbandingan oksigen dari air beroksigen yang diminum dengan oksigen yang masuk melalui paru-paru.
JADI, BOLEH MINUM AIR BEROKSIGEN?
Ya monggo.
Tetap saja itu air yang menghidrasi tubuh biar nggak kekeringan…
Tapi kalau harganya lebih mahal karena janji “menambah oksigen tubuh”, “meningkatkan energi”, atau membuat tubuh lebih sehat, kita harus bertanya: buktinya mana?
Karena untuk urusan memasukkan O₂ ke dalam tubuh, kita sudah dibekali organ yang kerjanya jauh lebih canggih daripada sebuah botol.
Namanya PARU-PARU 😂🤣😂
Jadi kalau ingin minum, minumlah air karena tubuh membutuhkan air.
Kalau membutuhkan oksigen…bernapaslah. 😁😭😂
Sumber:
- Systematic review FKUI menemukan bahwa bukti yang ditelaah tidak menunjukkan manfaat kesehatan tambahan oxygenated water dibanding mineral water pada populasi sehat. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36571558/
- Studi MRI terkontrol pada manusia menarik karena menunjukkan kemungkinan penyerapan sejumlah O₂ ke sirkulasi portal, tetapi tidak menunjukkan perubahan serupa pada vena cava inferior. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32100358/
- Studi lain juga tidak menemukan oxygenated water mencegah penurunan oksigenasi darah dalam kondisi hipoksia. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12659243/

