![]()
BEGINI CERITANYA MIKROBA MENYEBAR
Di pagi hari waktu berangkat kerja, dengan langkah gontai lengan ini menyentuh & memegang apapun di sepanjang perjalanan seperti pegangan pintu, meja, kunci mobil dll yang mengandung STAPHYLOCOCCUS AUREUS (ini nama bakteri lo), di dunia kesehatan dijuluki si “STAPH”, adalah mikroba yang paling sering menyebabkan infeksi kulit pada manusia. Si “staph” ini bisa ditinggalkan oleh siapapun di pegangan pintu, kemudian berpindah ke tangan kita & kemudian berpindah ke dalam aliran darah lewat kulit yang luka.
KECEPATAN PERTUMBUHAN & MUTASI BAKTERI
Misalnya biarpun bakteri yang masuk lewat luka kulit cuma “1 STAPH” saja, ternyata hanya butuh 10 generasi untuk 1 sel ini tumbuh menjadi lebih dari 1,000 penduduk & hanya butuh 10 generasi lagi untuk menjadi 1 koloni dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta. Ini sekitar 300 mutasi dalam 10 jam, wowww. Jadi secara teori hanya butuh sehari untuk bakteri membentuk populasi penduduk dengan jumlah yang aduhai.
MUTASI, RESISTENSI ANTIBIOTIK & INFEKSI SI “STAPH”
Nah, beberapa hari setelah “kencan” pertama dengan si “staph”, ceritanya nih…..kamu berobat untuk memeriksakan lukamu karena luka tidak sembuh-sembuh juga & kemudian dokter memberi antibiotik.
Dalam skenario ideal, antibiotik yang diresepkan akan membunuh semua “staph” yang bereplikasi, bermutasi & lukamu sembuh. Itulah potensi antibiotik waktu penicillin ditemukan sampai disebut “OBAT AJAIB”, faktanya memang penicillin dan antibiotika lain sudah menyelamatkan nyawa dalam jumlah yang tidak terhitung selama setengah abad.

Tetapi sssst, dunia berbeda sekarang, skenario kondisi ideal tidak lagi ada, “MUTAN DARI SI STAPH” dapat bertahan dari obat-obatan.
MRSA: METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCUS AUREUS
Si “staph” yang kita dapat dari pegangan pintu tadi sebenarnya bukan cuma cerita, kenyataanya hampir semua infeksi “staph” pada manusia disebabkan oleh Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), maksudnya disebabkan oleh bakteri “STAPH” tapi jenis/varian yang sudah resisten sama Methicillin.
Dan hebatnya MRSA ini sudah ada sejak 45 tahun yang lalu, hampir sama lamanya dengan waktu METHICILLIN ditemukan, jadi lebih pinter bakteri atau penemunya?, hahaha bikin kecut. Jadi waktu ditemukan Methicillin untuk terapi “staph”, pada waktu itu juga si “staph” ini sudah bermutasi, sehingga resisten terhadap Methicillin yang baru dibuat itu.
Ironinya adalah, methicillin sebenarnya adalah VERSI MODIFIKASI DARI PENICILLIN, yang dikembangkan tahun 1950 sebagai alternatif terapi terhadap “staph” yang sudah resisten terhadap penicillin, di masa itu sekitar 60% kasus sudah resisten terhadap penicillin, betul-betul ironi ye.
Lebih ironi lagi ni hihihi, tau gak awalnya MRSA ini hanya mengenai orang-orang yang bekerja dalam lingkungan rumah sakit yang terkontaminasi bisa lewat pegangan pintu dll, dikenal sebagai “bakterinya rumah sakit” , tapi ini sekitar 20 tahun yang lalu, kemudian tahun 1990’an(diteliti di USA), si MRSA ketahuan udah jalan-jalan keluar rumah sakit & menyebar di komunitas, bagaimana Indonesia???.

Coba renungkan fakta ini, para ahli memperkirakan sekitar 19.000 kematian /tahun di USA disebabkan MRSA (Klevens et al., 2007), ini melebihi kematian yang disebabkan HIV/AIDS (sekitar 17.000/tahun).
FENOMENA GUNUNG ES SI MRSA
Sebenarnya cerita “MRSA” hanyalah fenomena gunung es, ada banyakk bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik, seperti PSEUDOMONAS AERUGINOSA yang lebih mengerikan karena membran luar bakteri ini sangat impermeable terhadap antibiotik(MRSA tidak), sehingga antibiotik sangat susah menembus sel bakteri, dan jika-pun antibiotik dapat masuk ke dalam sel bakteri, si bakteri ini dapat menendang(efflux pumps) keluar sebelum obat beraksi.
Karena kemampuan ini, P. Aeruginosa berkembang menjadi bakteri yang resisten terhadap banyak antibiotik/ Multi Drug Resistance. Tapi untungnya P. Aeruginosa ini hanya bisa tertular di lingkungan rumah sakit, tidak di komunitas, paling nggak sampai detik ini. Jadi kalau di dalam tubuh kita ditemukan si P. Aeruginosa, hampir pasti kita dapetnya dari rumah sakit, beda dengan si “staph”.

Para ahli kesehatan sudah memprediksi jika masalah kesehatan yang paling penting pada abad 21 ini adalah kematian yang disebabkan oleh infeksi, yang disebabkan oleh timbulnya mutan-mutan mikroba yang resisten terhadap antibiotik. Penyebaran dari resistensi antibiotik merupakan problem kesehatan masyarakat yang menjadi tugas berat negara & masyarakat.
SEBENARNYA KENAPA BAKTERI BISA RESISTEN?
Penyebabnya karena terjadi PERUBAHAN GENETIK BAKTERI, melalui 2 cara:
1. MUTASI SPONTAN DARI DNA BAKTERI
Banyak antibiotik bekerja dengan menginaktifkan protein essensial bakteri. Sehingga jika terjadi mutasi pada protein bakteri, dapat mencegah antibiotik mengikat protein, atau jika terjadi pengikatanpun, inaktifasi target protein tidak terjadi. Cara lain adalah dengan memproduksi enzim inaktifasi, atau dengan mengubah permeabilitas membran sel bakteri sehingga antibiotik tidak dapat masuk.
2. ADANYA TRANSFER GEN RESISTEN ANTIBIOTIK
Ternyata bakteri mempunyai kemampuan untuk mentranfer “gen resisten terhadap antibiotik”, dari 1 bakteri ke teman-temannya, bakteri ini bisa memberikan/ meminjamkan “tameng” terhadap antibiotik kepada sesama teman bakteri. Microbiologist, DR John Turnidge mengatakan, pada dasarnya bakteri memang harus bertahan terhadap beratnya tekanan hidup, duhhh, nah caranya ya dengan “saling meminjamkan gen” itu tadi, sehingga mereka bisa tetap bertahan sampai milyaran tahun.
BAGAIMANA KONDISI RESISTEN INI BISA MENYEBAR?
Resistensi antibiotik merupakan konsekuensi dari penggunaan antibiotik, mau gimana lagi, makin sering kita menggunakan antibiotik, kemungkinan terjadinya resistensi makin besar. Jadi jika antibiotika diberikan pada seseorang, selalu saja ada kemungkinan resistensi dari suatu populasi bakteri yang menginfeksi tubuh.
“MISUSE & ABUSE” PENGGUNAAN ANTIBIOTIK.
Data WHO menunjukkan Asia termasuk negara pengguna antibiotik yang tidak rasional & penyumbang berkembangnya bakteri-bakteri resisten antibiotik. Di luar Asia, sangat tidak mudah seorang dokter meresepkan antibiotik, dokter wajib memberikan data pendukung untuk sampai pada keputusan pemberian antibiotik & melapor pada Tim Antibiotik Rumah Sakit. Kekhawatiran ini beralasan karena data statistik kematian akibat infeksi meningkat.
Nah kita yang ada di Asia kok masih tenang2?…. yo piye….selama kuman di seberang lautan tampak, kuman di body ya gak tampak hehehe.
Sumber:
MRSA; Methicillin-resistant Staphylococcus aureus in health care setting, u.s cdc 2007
Healthline Sensitivity Analysis, Christine Case-Lo and Brian Wu, Medically Reviewed by Steve Kim MD, 2016
Culture and Sensitivity Testing, Dana Krempels, Ph.D. University of Miami Biology Department
Antibiotic Resistance, Mutation Rates & MRS, Leslie Pray, Ph.D., 2008 Nature Ed, Citation: Pray, L.(2008)
GAMBAR: Geofanny Sarah Adventia
