![]()
đź“‚ Kategori: Genetika
🏷️ Tag: Transplantasi, Sistem imun, HLA, Donor organ, Penolakan organ, Tubuh manusia
đź“… Ditulis pertama kali: 16 November 2022
🔄 Direvisi terakhir: 18 Agustus 2026
📚 Referensi utama:
o Mayo Clinic – Organ transplant Johns Hopkins Medicine – Organ transplantation
o Abbas AK, Lichtman AH, Pillai S. Cellular and Molecular Immunology. 10th ed. Elsevier. HLA, penolakan transplantasi, sel T, antibodi.
🖼️ Gambar: Geofanny Sarah Adventia
TRANSPLANTASI, istilah apalagi ini?
Mengapa hati, ginjal, atau jantung donor bisa ditolak oleh tubuh penerima? Di balik proses transplantasi ternyata tersimpan pelajaran menarik tentang sistem imun, kecocokan organ, dan fakta bahwa setiap manusia memiliki identitas biologis yang unik.
Transplantasi artinya, memindahkan suatu bagian/dari organ donor ke bagian tubuh yang lain, bisa dari tubuh orang itu sendiri, atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain.

Transplantasi kulit berarti mengambil sebagian ketebalan kulit, kemudian ditanam/ditempelkan ke bagian tubuh lain yang mengalami kerusakan kulit. Misal karena kecelakaan dan ada luka di betis yang tidak tertutup kulit cukup lebar, nah defek ini bisa ditutup dengan mengambil kulit dari paha pasien itu sendiri dan dipindahkan untuk menutup defek di betis. Kulit paha diambil hanya di lapisan kulit teratas sehingga kulit paha bisa sembuh dengan sendirinya.
Pernah dengar pak Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi hati? Sekarang beliau sudah punya hati yang baru, Pak Dahlan memperoleh donor dari seorang pemuda berkebangsaan China. Tapi beliau terpaksa harus mengkonsumsi obat yang mencegah sistem pertahanan tubuhnya menolak hati baru ini, memang tubuh kita punya sistem immun/pertahanan sehingga organ baru yang ditranplantasi itu dianggap benda asing.
“Setiap orang memiliki ‘kartu identitas biologis’ pada permukaan sel yang disebut HLA (Human Leukocyte Antigen). Perbedaan HLA inilah yang membuat sistem imun mampu membedakan mana jaringan sendiri dan mana jaringan orang lain.”
Nabi Daud pernah menulis begini: “Tuhan menenun kita dalam kandungan ibu?”. Kita tahu, pekerjaan menenun itu memerlukan keahlian, ketelitian dan ketekunan. Proses menenun biasanya diturunkan secara turun-temurun dan mempunyai ciri khas tertentu untuk suatu suku bangsa. Jadi kita juga bisa mengatakan, lewat kekhasan dari tenunan dapat diketahui hasil tenunan itu berasal dari suku mana.
Tenunan “memiliki ciri khasnya tersendiri”, mangkanya kalau istilah “menenun” dipakai Tuhan dalam proses penciptaan manusia, pasti merujuk pada kekhasan/ keunikan hasil ciptaan tsb. DAN INI BENAR DAN TERBUKTI BARU SEBAGIAN LEWAT PROSES TRANSPLANTASI.

Prosedur transplantasi bisa sederhana, contohnya transplantasi kulit, bisa rumit seperti transplantasi hati. Masalah persiapan operasi, prosedur operasi, perawatan paska operasi yang meliputi pencegahan terhadap infeksi, mengkondisikan tubuh optimum adalah masalah-masalah yang harus diselesaikan tanpa cacat, belum lagi masalah kecocokan organ yang ditransplantasikan. Butuh waktu lama untuk mencari kecocokan organ, setelah proses transplantasi selesai, diperlukan perawatan khusus karena masa paska transplantasi adalah masa yang sangat rawan, daya tahan menurun dan pasien rentan terhadap infeksi, pasien harus mengkonsumsi obat untuk menekan sistem immun yang menolak organ transplantasi yang dianggap “benda asing” oleh tubuh penerima organ.
Sistem immun/pertahanan/kekebalan tubuh kita.
Tubuh didesain untuk mengenali segala bentuk benda asing yang masuk tubuh. Setelah benda asing dikenali, kemudian sistem ini membentuk barisan tentara khusus sehingga mampu menggempur benda asing yang masuk dalam tubuh.
Benda asing bisa sederhana seperti, debu yang terhisap, telor cacing yang termakan, hehe, kuman yang masuk lewat luka, virus HIV, termasuk juga “barang-barang” yang dengan sengaja dimasukkan dalam tubuh, seperti plat & termasuk organ transplant.
Jadi biarpun transplantasi hatinya pak Dahlan Iskan dilakukan dengan maksud baik, tubuh tidak menganggapnya demikian. Sistem tubuh tetep menganggap hati baru itu sebagai benda asing yang harus diperangi. Sehingga harus diakali dengan cara menekan sistem. Ini bukan perkara gampang, karena penggunaan steroid untuk menekan sistem immun punya dampak yang gak sederhana.
Dan “Penelitian terus berkembang untuk membuat organ donor lebih ‘diterima’ oleh sistem imun, misalnya melalui rekayasa sel, terapi sel punca tertentu, hingga berbagai pendekatan imunologi modern.”
Jadi kalau diipikir-pikir, kita kan sama-sama punya jantung, hati, mata, kaki, mulut, ginjal, kulit dll yang sama. Kalaupun warna kulit, rambut, hidung dan mata berbeda, itu hanya menunjukkan keindahannya dan kehebatan Pencipta kita, dan bukannnya menunjukkan perbedaan ras kita.Tapi kenapa kalau memang manusia itu sama, proses transplantasi justru menunjukkan manusia itu tidak sama?.

Nahhhh itu dia, justru semua ini sebenarnya BUKAN MENUNJUKKAN KETIDAK SAMAAN KITA, tapi justru jelas kalau TUHAN MENCIPTAKAN KITA SPESIAL, UNIK, TIDAK ADA DUANYA. Sehingga walau tampak sama, proses transplantasi menunjukkan bahwa organ yang tampak sama dari luar tetap ditolak oleh tubuh penerima donor.
Semakin jauh ilmu pengetahuan berkembang, semakin kita memahami bahwa “keunikan” itu bukan hanya tampak dari wajah atau sidik jari. Hingga ke tingkat sel, protein, bahkan molekul, setiap manusia membawa identitas biologis yang khas. Dan di situlah salah satu keindahan ciptaan itu berada.
