![]()
📌 Tentang Artikel Ini: Hernia sering dianggap bisa sembuh dengan pijat. Benarkah? Sebenarnya hernia itu apa, isinya apa, apa bahayanya kalau usus terjepit, dan kapan harus segera dioperasi.
📁 Kategori: Masalah Kesehatan & Hak Pasien
📅 Ditulis pertama kali: 11 September 2005
🔄 Direvisi terakhir: 12 September 2026
📚 Referensi utama: Update of the International HerniaSurge Guidelines for Groin Hernia Management — BJS Open, 2023.
🖼️ Gambar: Geofanny Sarah Adventia & Koleksi Pribadi
Pijet? Ehm, pijat pada benjolan hernia justru bisa berbahaya, terutama kalau dilakukan keras atau hernianya sudah terjepit.

Hernia itu bukan sekadar “benjolan”. Di dalam benjolan bisa terdapat usus atau jaringan dari dalam perut. Kalau isinya terjepit dan aliran darahnya terganggu, masalahnya bukan lagi soal benjolan—usus bisa rusak dan pasien bisa membutuhkan operasi darurat.
Jadi sebelum dipijat-pijat, kenalan dulu yuk dengan si hernia.
Benjolan hernia berisi apa?
Benjolan hernia paling sering berisi jaringan lemak/omentum atau sebagian usus. Pada keadaan tertentu, organ lain juga dapat masuk ke dalam kantong hernia.
Apa itu hernia?
Hernia terjadi ketika jaringan atau organ dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah atau melalui suatu celah. Karena itu benjolannya dapat tampak saat berdiri, batuk, mengejan atau mengangkat beban, kemudian mengecil ketika berbaring.
Hernia sering terjadi di lipat paha (hernia inguinalis), tetapi dapat muncul di tempat lain, misalnya di sekitar pusar atau bekas luka operasi.
Pada pria, hernia inguinalis dapat turun mengikuti kanalis inguinalis sampai ke skrotum. Itu sebabnya kadang-kadang benjolannya bisa menjadi sangat besar.

Kenapa organ dalaman bisa melorot turun?
Saat masih dalam kandungan, terdapat jalur yang berhubungan dengan proses turunnya testis ke skrotum. Normalnya jalur tersebut kemudian menutup. Bila tetap terbuka, jalur itu dapat menjadi salah satu jalan terbentuknya hernia inguinalis.
Tetapi pada orang dewasa, hernia juga dapat muncul karena kombinasi kelemahan jaringan dinding perut dan tekanan dari dalam rongga perut. Jadi hernia bukan semata-mata karena seseorang suka mengangkat berat. Mengangkat beban, batuk kronis atau mengejan dapat membuat hernia yang sudah mempunyai faktor predisposisi menjadi lebih nyata.

Karena lubang ini membuka ke dalam perut, jadilah organ-organ daleman bisa keluar lewat lubang ini dan bisa terus melorot sampai biji pelir.
Kalau begitu bisa terjadi pada semua orang dong?. Tidak juga. Hernia terjadi tidak pada semua orang.
Bagaimana penanganannya?
Hanya operasi. Apa tidak bisa dengan obat-obatan? Apa tidak bisa dengan pengobatan alternatif? Jawabannya tidak bisa. Kenapa? Karena nanti dokter bedah nggak laku dong, hehehe. Begini ya, karena hernia terjadi akibat adanya lubang yang tidak menutup waktu proses perkembangan janin dalam perut. Kebayang dong kalau lubang ini hanya bisa ditutup dengan cara menjahitnya atau ditutup dengan “suatu bahan penutup”.
Apakah pijatan berbahaya?, Bisa
Selama isi hernia masih dapat keluar-masuk dengan bebas, benjolan kadang memang dapat mengecil ketika pasien berbaring atau dengan tekanan lembut. Tetapi ini bukan berarti hernianya sembuh. Lubang atau kelemahan pada dinding perut tetap ada.
Masalah menjadi berbahaya ketika isi hernia terjepit dan tidak dapat kembali ke rongga perut (inkarserasi). Jika jepitan itu sampai mengganggu aliran darah (strangulasi), usus dapat mengalami iskemia, kemudian nekrosis dan bahkan perforasi.
Pada keadaan seperti ini, memijat atau menekan benjolan dengan keras bukan pengobatan dan justru dapat mencederai jaringan yang sudah bermasalah.

Saya pernah operasi “mbah putri” yang memijat sendiri hernianya. Hernianya tidak kempes dan malah kulit diatasnya menghitam karena pijatan, begitu dioperasi dan kulit dibuka, tampak usus yang pecah dan membusuk, mengeluarkan nanah dan kotoran(isi usus). Akhirnya terpaksa usus sebagian dibuang.
Padahal operasi hernia sebenarnya mudah, cukup mengembalikan isi benjolan hernia ke dalam rongga perut dengan cara mendorongnya(jika pasien dibius isi hernia mudah didorong), kemudian lubang ditutup. Tindakan seperti memijat, atau bahkan ada yang “memboboki” hernia menyebabkan operasi sulit dilakukan. Kenapa?
Pijatan menyebabkan pembengkakan mulai dari kulit sampai isi hernia, juga bisa melukai isi hernia. Pembengkakan membuat hernia sulit dimasukkan lewat lubang hernia yang kecil(diameter kira-kira 1 cm) menuju rongga perut. Pembengkakan berisiko usus jebol. Kalau sudah begini usus tidak mungkin lagi dimasukkan lewat lubang/celah hernia yang ada. Harus operasi besar akhirnya, dibuat irisan perut ditengah memanjang, dan setelah perut terbuka, usus ditarik dari arah dalam perut. Pasien dirugikan karena jika usus membusuk, otomatis kondisi akan menurun drastis karena hasil dari proses pembusukan berupa kuman akan disebarkan lewat aliran darah ke seluruh tubuh. Selain itu biaya operasi juga membengkak.

Sebenarnya operasi hernia dapat dikerjakan tanpa perlu bermalam di rumah sakit(one day care surgery), tapi kalau sudah terjadi seperti kasus diatas, minim pasien harus menginap 4-5 hari karena pasien harus puasa dan harus diberikan terapi terhadap infeksi.
Tapi banyak yang berhasil dengan pijatan?
Apa mungkin? Ya mungkin aja. Memang hernia ada kalanya masih bisa keluar masuk. Tapi kan lubang hernianya tetap ada dan terus terbuka?. Pencetus keluarnya hernia adalah batuk, muntah-muntah atau mengangkat beban berat. Ini menyebabkan tekanan di dalam rongga perut meningkat sehingga mendorong usus yang akhirnya keluar lewat lubang hernia. Karena memang pada dasarnya isi hernia itu bisa keluar masuk, yaaa sebenarnya memang bisa masuk sendiri, jadi gak usah repot-repot ke tukang pijet. Tapi memang ada kondisi dimana isi hernia tidak bisa masuk kembali. Misal jika usus yang keluar sangat banyak, atau jika gagal masuk kembali setelah dipijat yang akhirnya malah membengkak.
Jadi bisa saja benjolannya masuk kembali. Tetapi masuk kembali bukan berarti sembuh.
Bayangkan sebuah pintu yang terbuka. Isinya bisa didorong masuk lagi, tetapi pintunya tetap ada. Selama defek hernia belum diperbaiki, isi perut masih dapat menonjol kembali.
Kadang hernia masuk sendiri saat berbaring. Kadang perlu dibantu secara medis pada keadaan tertentu. Tetapi kalau benjolan mendadak nyeri hebat, keras, tidak dapat masuk kembali, kulit berubah warna, atau disertai muntah/perut kembung, jangan dipijat—segera ke rumah sakit.
Dadi kudu piye? 😁
Kalau ada benjolan yang dicurigai hernia, periksakan dulu ke dokter. Tidak semua harus dioperasi malam itu juga, tetapi operasi merupakan terapi definitif untuk banyak hernia yang simptomatik. Yang penting: jangan menunggu sampai ususnya terjepit baru datang ke rumah sakit.
