![]()
📌 Tentang Artikel Ini: Alergi tidak selalu berasal dari makanan atau obat. Lipstik, anting, jam tangan hingga sengatan serangga pun bisa memicu reaksi alergi, jadi kita harus tahu gejala alergi dan tanda bahaya anafilaksis.
📁 Kategori: Masalah Kesehatan & Hak Pasien
📅 Ditulis pertama kali: 11 September 2005
🔄 Direvisi terakhir: 14 September 2026
📚 Referensi utama: American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI)
🖼️ Gambar: Geofanny Sarah Adventia & Koleksi Pribadi
ICE BREAKER
Masih ingat zaman Covid-19? Waktu itu beredar segala macam tulisan di WA dan dumay:
“COVID NGGAK ADA DI DARAH, TERUS NGAPAIN PERIKSA RAPID TEST ANTIBODY?” 😁
Lhaaa… kan memang antibodi tidak harus menunggu musuh berenang-renang di dalam darah dulu sih hihihi.😁 Sistem imun punya cara sendiri untuk mengenali sesuatu yang dianggap asing….nggak nungguin musuh berenang-renang dulu deh 😂
Tapi sebelum ngomong yang njelimet, mulai dulu dari bibir gue deh.
Gue alergi lipstik merek tevlon, baru pakai sebentar, bibir bisa langsung njendol, njedir, bengkak seperti habis disengat tawon. Padahal lipstiknya kan nggak gue makan, nggak masuk perut kan….
Anting bukan emas juga bikin daun telinga gatal dan meradang. Jam tangan atau ikat pinggang berbahan logam bikin bercak-bercak merah persis di tempat kulit nemplok ke jam tangan atau ikat pinggang itu.
Jadi kalau masih ada yang berpikir: “Alergi itu kan kalau sesuatu masuk ke tubuh?”
Nggak harus lewat mulut, sayang. 😁
Kulit dan mukosa kita juga merupakan pintu pertemuan antara tubuh dan dunia luar, nggak mulut saja. Kosmetik, logam, bahan kimia, obat oles, sampai bahan tertentu yang cuma nempel pun bisa memicu reaksi pada orang yang sensitif.

ALERGEN ITU MACAM-MACAM
Ya banyak sih yang kayak gue gini, yang sehari-hari gue temui, banyak pasien – pasien paska operasi yang alergi plester sampai timbul bula-bula berair di sekitar luka operasi yang tertutup plester.
Bahkan ada juga yang alergi betadin, padahal kita-kita sering pakai waktu merawat luka.
TERUS, ALERGI ITU APA?
Sistem imun sebenarnya satpam tubuh. Tugas normalnya mengenali dan menghadapi ancaman seperti virus, bakteri, dan benda asing.
Pada alergi, sistem pertahanan ini bereaksi terhadap sesuatu yang bagi kebanyakan orang sebenarnya tidak berbahaya. Benda atau zat pemicunya disebut alergen.
Masalahnya, satpam gue kadang terlalu semangat.
Orang lain pakai anting: cantik, kalau gue yang pakai – kuping protes. 😂
Orang lain pakai lipstik: tambah menor, kalau gue salah pilih lipstik – bibir naik kelas satu ukuran.
Reaksi tiap orang juga nggak selalu sama. Ada yang muncul cepat dalam hitungan menit, ada pula yang baru terlihat berjam-jam bahkan beberapa hari setelah kontak.
KOK BISA ALERGI YANG MUNCUL BEDA-BEDA?
Pada alergi yang muncul cepat, salah satu pemain pentingnya itu namanya “antibodi IgE”.
Setelah seseorang tersensitisasi terhadap alergen tertentu, paparan berikutnya bisa membuat alergen berikatan dengan IgE yang menempel pada mast cell dan basofil. Sel-sel ini lalu melepaskan mediator, termasuk histamin.
Nah, histamin inilah salah satu biang kerok munculnya gatal, bentol, hidung meler, mata berair, pembengkakan, sampai penyempitan saluran napas.
Tetapi — tidak semua alergi dimainkan oleh IgE.
Dermatitis kontak alergi, misalnya akibat nikel pada perhiasan, terutama melibatkan sel T dan reaksinya cenderung lebih lambat. Jadi dunia alergi tidak sesederhana: alergi = IgE tinggi.

Nah tahu nggak orang2 yg alergi’an kayak gue nih kalau diambil darahnya dan diperiksa, kadar Ig.E tinggi, padahal barang- barang tadi nggak masuk darah kan….ngaak dimakan kan…
Tapi pemeriksaan IgE hanyalah salah satu alat bantu diagnosis alergi. Tidak semua reaksi alergi melibatkan IgE.
BERARTI TES IgE BISA MENENTUKAN SAYA ALERGI APA?
Nah, ini yang juga sering bikin salah paham.
Ada pemeriksaan total IgE dan ada pemeriksaan specific IgE terhadap alergen tertentu. Hasilnya harus dibaca bersama riwayat dan gejala pasien.
Total IgE tinggi tidak otomatis menunjukkan penyebab alerginya, dan total IgE normal pun tidak serta-merta menyingkirkan semua penyakit alergi.
Karena itu dokter biasanya rewel dan bertanya-tanya terus….
Habis makan apa? Minum obat apa? Pakai kosmetik baru? Kena logam tertentu? Gejalanya muncul berapa lama setelah paparan?
Kadang cerita pasien justru jauh lebih cerewet — dan lebih berguna — daripada selembar angka laboratorium. 😁

APA SAJA YANG BISA MENJADI PEMICU?
Banyak banget, makanan tertentu, obat, sengatan serangga, tungau debu rumah, serbuk sari, bulu atau serpihan kulit hewan, lateks, kosmetik, maupun bahan yang menempel kulit seperti nikel dan bahan kimia tertentu.
Jadi pemicu alergi nggak harus ditelan ya…ketempelan pun bisa bikin perkara.
GEJALANYA BISA DARI CUMA GATAL SAMPAI GAWAT
Reaksi alergi berbeda-beda pada setiap orang dan tergantung organ yang terkena.
Kulit bisa gatal, merah, bentol atau bengkak. Hidung bisa bersin dan meler. Mata merah dan berair. Bibir, kelopak mata atau lidah dapat membengkak. Saluran napas bisa menimbulkan batuk, mengi atau sesak. Saluran cerna dapat bereaksi dengan mual, muntah, kram perut atau diare.
Dan ada satu bentuk yang tidak boleh dianggap enteng: ANAFILAKSIS.
Anafilaksis adalah reaksi alergi sistemik yang dapat berkembang sangat cepat dan mengancam nyawa.
CERITA BAPAK DAN TAWON
Waktu kecil di Medan, halaman rumahku luas dan banyak tanaman buah, sehingga banyak tawon termasuk rumahnya hehehe. Suatu hari bapakku kena sengat tawon…..eh ternyata yang terjadi bukan cuma bentol kecil di tempat sengatan. Tubuh bapak bereaksi hebat sampai harus dibawa ke rumah sakit. Untung rumah sakitnya di sebelah rumah deh…
Belakangan baru gue paham: itu sangat mungkin merupakan reaksi alergi berat terhadap sengatan.
Padahal bagi orang lain, disengat tawon mungkin cuma sakit, merah dan bengkak lokal…atau bahkan nggak ngefek sama sekali.

Itulah alergi…..pemicu yang sama, respons tubuh manusia bisa sangat berbeda.
Dan khusus yang satu ini jangan coba-coba untuk memastikan: “Coba disengat sekali lagi ah, masih alergi nggak?”
Ora usah. 😂
KAPAN HARUS CARI PERTOLONGAN SEGERA?
Kalau setelah terpapar sesuatu muncul sesak atau napas berbunyi, tenggorokan terasa menyempit, suara berubah, lidah atau bibir membengkak cepat, pusing berat, lemas, tekanan darah turun, pingsan, atau gejala berat terjadi pada beberapa sistem tubuh sekaligus, jangan menunggu reda sendiri. Itu bisa merupakan anafilaksis dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Pada orang yang memang pernah mengalami anafilaksis dan sudah diresepkan epinefrin auto-injector, epinefrin adalah terapi pertolongan pertama. Antihistamin bukan pengganti epinefrin pada anafilaksis.
KALAU CUMA ALERGI RINGAN?
Prinsip paling sederhana adalah hindari pemicunya kalau sudah diketahui.
Untuk keluhan ringan, antihistamin dapat membantu beberapa gejala alergi seperti gatal atau urtikaria, sedangkan dermatitis kontak membutuhkan pendekatan berbeda.
Jadi jangan semua bentol otomatis dihajar obat yang kebetulan nongkrong di lemari. 😁
Dan satu lagi – penting nih..
Setelah seseorang menjalani operasi jangan mendadak pantang ayam, ikan, telur dan segala protein hanya karena takut gatal, alergi atau kulit jadi belang hihihi…..zebra kali 😂
Alergi seseorang adalah alergi orang itu — bukan alergi nasional. 😂
Kalau memang tidak punya riwayat alergi terhadap makanan tersebut, protein justru penting untuk proses penyembuhan luka.
CLOSING
Tubuh manusia memang luar biasa. Sistem imun mampu membedakan dan mengingat begitu banyak hal yang pernah ditemuinya. Tapi sesekali sistem keamanan ini bisa salah menilai benda yang sebenarnya tidak berbahaya sebagai ancaman.
Hasilnya bisa cuma kulit gatal.
Bisa kuping merah gara-gara suweng.
Bisa juga bibir njedir gara-gara lipstik. 😂
Tetapi pada sebagian orang, reaksinya dapat berkembang menjadi anafilaksis yang mengancam nyawa.
Jadi alergi jangan dibuat parno — tapi jangan pula diremehkan.😂
